PRAKTIKUM 1.1 Mengukur Titik Beku Larutan


Standar Kompetensi : menjelaskan sifat-sifat koligatif larutan nonelektrolit dan elektrolit. 
Kompetensi Dasar : menjelaskan penurunan titik beku larutan termasuk sifat koligatif larutan.membandingkan antara sifat koligatif larutan nonelektrolit dengan sifat koligatif larutan elektrolit yang konsentrasinya sama berdasarkan data percobaan.

     I.        TUJUAN
Mengukur titik beku larutan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

   II.        TEORI
Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh banyaknya partikel yang terlarut dalam larutan. Salah satu sifat koligatif adalah penurunan titik beku (. Sifat koligatif larutan bergantung pada jenis larutan, yaitu elektrolit atau nonelektrolit. Pada konsentrasi yang sama, larutan elektrolit mempunyai nilai sifat koligatif lebih besar dari pada larutan nonelktrolit. Hal ini disebabkan adanya faktor van’t Hoff ( dari ionisasi elktrolit.

Rumusan penurunan titik beku larutan ( :
 = Tf pelarut – Tf larutan

a.   Nonelektrolit
 
dengan G = massa zat terlarut & p = massa pelarut
b.   Elektrolit
c.  
 III.        AlAT DAN BAHAN

A.  Alat
1.   Gelas kimia 500ml
2.   Tabung reaksi
3.   Pengaduk kaca
4.   Gelas ukur 10ml
B.  Bahan
1.   Larutan CO(NH2)2 (urea) 1 molal
2.   Larutan CO(NH2)2 (urea) 2 molal
3.   Larutan NaCl 1 molal
4.   Larutan NaCl 2 molal
5.   Es batu
6.   Garam (NaCl) padat


 IV.        CARA KERJA
1.   Isi gelas kimia dengan es batu yang telah dipecah menjadi kecil-kecil hingga  bagian kelas kimia 500ml dan tambahkan 3 sendok NaCl pada es batu tersebut.
2.   Masukkan 10ml larutan CO(NH2)2 1 molal ke dalam tabung reaksi, kemudian masukkan tabung tersebut ke dalam gelas kimia.
3.   Aduklah larutan CO(NH2)2 yang ada dlam tabung reaksi hingga membeku.
4.   Keluarkan tabung reaksi dan biarkan larutan beku di dalamnya meleleh sebagian.
5.   Ganti pengaduk dengan thermometer.
6.   Ukur suhu tetap dari campuran zat padat dan zat cair dalam tabung tersebut dan catat sebagai titik beku larutan.
7.   Ulangi cara kerja di atas untuk mencari titik beku larutan CO(NH2)2 2 molal, NaCl molal, dan NaCl 2 molal.



  V.        HASIL PENGAMATAN
No
Zat Terlarut
Kemolalan
Titik Beku
Selisih Tf pelarut dan Tf larutan
1
CO(NH2)2
1
-10,10C
10,10C
2
CO(NH2)2
2
-10,40C
10,40C
3
NaCl
1
-10,20C
10,20C
4
NaCl
2
-11,70C
11,70C


 VI.        PERTANYAAN

1.   Jelaskan pengaruh kemolalan larutan terhadap titik beku :
a.   Larutan urea  CO(NH2)2
b.   Larutan NaCl
2.   Untuk molalitas yang sama, jelaskan pengarauh NaCl (zat elektrolit) dibandingkan sengan urea (zat nonelektrolit) terhadap penurunan titik beku larutan.
3.   Apa fungsi penambahan garam pada es batu ?

Penyelesaian :

1.   Pengaruh kemolalan urea dan garam terhadap :
          a.Titik beku larutan urea dan garam.
Semakin tinggi kemolalan urea, semakin rendah titik bekunya. Semakin tinggi kemolalan NaCl, semakin rendah titik bekunya karena larutan NaCl merupakan  larutan elektrolit sehingga terurai atas ion – ion.
b. Penurunan titik beku larutan urea dan garam.
Semakin tinggi kemolalan larutan urea maka semakin besar perbedaan penurunan titik beku karena kemolalan sebanding dengan penurunan titik beku. Semakin tinggi kemolalan NaCl, semakin besar penurunan titik beku karena selain dipengaruhi kemolalan, penurunan titik beku juga dipengaruhi oleh jenis larutannya yakni apakah elektrolit atau non elektrolit.
2.   Titik beku larutan NaCl lebih rendah dari larutan urea. Begitu juga dengan penurunan titik beku larutan, penurunan titik beku larutan NaCl lebih besar daripada penurunan titik beku larutan urea, karena NaCl merupakan larutan elektrolit yang mempunyai energy ionisasi (derajat ionisasi) yang menyebabkan nilai penurunan titik beku larutan semakin besar jika dibandingkan dengan larutan urea yang merupakan larutan non elektrolit yang tidak meng-ion sehingga tidak memiliki derajat ionisasi. Hal ini sesuai dengan hukum Van’t Hoff.

3.   Penambahan garam dalam es batu akan mengakibatkan peningkatan konsentrasi yang mengakibatkan semakin rendah titik bekunya.

VII.        KESIMPULAN

1.Makin besar molalitas larutan, makin tinggi penurunan titik beku larutan
2. Penurunan titik beku larutan (Tf) berbanding lurus dengan molalitas larutan
3.Titik beku pelarut murni lebih tinggi daripada titik beku larutan
4.Titik beku larutan elektrolit lebih rendah daripada larutan non elektrolit pada kemolalan yang sama
5.Semakin kecil konsentrasi larutan, jarak antarion semakin besar dan ion – ion semakin bebas
6.Untuk konsentrasi yang sama, larutan elektrolit mengandung jumlah partikel lebih banyak daripada larutan non elektrolit
7.Larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif lebih besar daripada sifat koligatif non elektrolit
8.Semakin tinggi kemolalan maka semakin rendah titik bekunya
9.Semakin tinggi kemolalan maka semakin besar perbedaan penurunan titik beku.
PRAKTIKUM 2.1
MENGAMATI REAKSI REDOKS
Standar Kompetensi: menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia dalam teknologi dan kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar : menerapkan konsep reaksi oksidasi-reduksi dalam system elektrokimia yang melibatkan energy listrik dan kegunaannya dalam mencegah korosi dan dalam  industri.

I.             TUJUAN
·        Menyelidiki reaksi logam dengan air.
·        Menyelidiki logam-logam yang dapat mendesak ion H+ dari larutan asam.

II.           TEORI
          Reaksi redoks (reduksi & oksidasi) terjadi secara bersamaan. Zat-zat reaktan yang menerima elktron berarti mengalami reduksi, sedangka reaktan yang melepaskan electron berarti mengalami oksidasi. Zat yang mengalami oksidasi mengalami kenaikan biloks (bilangan oksidasi), dan zat yang mengalami reduksi mengalami penurunan biloks.
          Air merupakan elektrolit lemah yang dapat terionisasi menghasilkan ion H+ dan ion OH-. Bila logam bereaksi dengan air sebagian ada yang larut (mampu mendesak ion H+ dari air), dan sebagian lagi tidak dapat larut. Demikian pula halnya dengan reaksi logam denganlarutan lain, misalnya larutan HCl, HNO3, dll.

III.         AlAT DAN BAHAN

A.  Alat
1.   Tabung reaksi dan raknya.
2.   Kertas ampelas.
3.   Gunting Kaleng.

B.  Bahan
1.   Logam Vu, Pb, Fe, dan Zn yang masing-masing berbentuk lempengan.
2.   Logam Mg yang berbentuk pita.
3.   Larutan HCl 4M.
4.   Air.

IV.         CARA KERJA
1.   Gunting logam – logam bahan praktikum dengan ukursn 3 cm x 0,5 cm masing masing sebanyak 2 potong.Ampelas permukaannya hingga bersih .
2.   Sediakan 5 tabung reaksi dan masukkan 1 potongan tiap logam tadi kedalam tiap tabung berturut-turut : Cu , Fe , Mg,dan Zn.Tambahkan air kedalam masing- masing tabung reaksi hingga setinggi 2 cm di atas logam .Amati dan catat perubahan yang terjadi di dalam tabung
3.   Tuangkan ke dalam 5 tabung reaksi yang lain masing-masing sebanyak 2 mL larutan HCL 4M.kemudian,tambahkan kedalam masing-masing tabung tersebut 1 potongan logam tadi secra berturut-turut , Fe , Mg,dan Zn.amati dan catat perubahan yang terjadi di dalam tabung.

V.          HASIL PENGAMATAN

No
LOGAM
Pengamatan Reaksi Logam
Air
HCl 4 M
1
Tembaga (Cu)
Tidak ada
warnanya memudar
2
Magnesium (Mg)
Bergelembung
Panas,bergelembung
3
Timbel (Pb)
Tidak ada
warnanya memudar





VI.         PERTANYAAN

1.   Menurut Anda, logam manakah yang bereaksi dengan air dan manakah yang bereaksi dengan asam ? Tuliskan persamaan reaksi redoksnya.
2.   Jelaskan mengapa ada logam yang  dapat bereaksi dengan air atau asam, dan ada logam yang tidak  dapat bereaksi.

Penyelesaian :
1. Dalam percobaan kali ini, tidak ada logam yang dapat bereaksi dengan air. Sedangkan    sebaliknya untuk asam. Semua logam dapat bereaksi dengan asam.
Persamaan reaksi redoksnya =

- Cu + 2HCl → CuCl2 + H2

- Fe + 2HCl → FeCl2 + H2

- Mg + 2HCl → MgCl2 + H2

- Pb + 2HCl → PbCl2 + H2

- Zn + 2HCl → ZnCl2 + H2

2. Karena pada reaksi air dengan logam, air merupakan elektrolit lemah yang sulit  untuk bereaksi. Ada sebagian logam yang dapat larut(bereaksi) di dalam air dan sebagian lagi tidak dapat. Dalam percobaan kali ini, air tidak dapat melarutkan logam-logam. Sedangkan pada logam dengan asam, masing-masing dapat dengan mudah melepaskan atau menangkap electron. Hal ini yang menyebabkan logam dengan asam dapat menghasilkan suatu reaksi redoks.
 
VII.       KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, diketahui bahwa logam Cu, Mg dan Pb tidak dapat bereaksi dengan air. Namun logam tersebut dapat bereaksi dengan HCl. Logam Cu direaksikan dengan HCl menghasilkan pemudaran warna pada logam Cu. Logam Mg direaksikan dengan HCl menghasilkan gelembung udara. Logam Pb direaksikan dengan HCl menghasilkan pemudaran warna pada logam Pb.

0 komentar: